Wednesday, June 27, 2012

Dear Aqila, birthday letter.


27 Juni it is! Nggak ada pertimbangan serius waktu aku memutuskan melahirkan kamu di tanggal ini, Aqila. All I was thinking, I wanted to meet you as soon as possible. Dan tepat di hari ini, setelah adzan maghrib, kamu lahir lewat operasi sesar oleh dr Reza. Yes, I am so sorry, aku nggak bisa melahirkan kamu dengan cara normal seperti anak-anak yang lain. Satu-satunya alasanku saat itu cuma ingin kamu lahir dengan selamat tanpa mempertaruhkan sedetik pun kesempatan aku bakal kehilangan kamu. I was so glad and blessed when we first met, I immediately falling in love with you—and always will. You such a beautiful baby, Aqila. Aku selalu bersyukur, that I have you with me and Papah.

Selamat ulang tahun Aqila Prameswari Hayuningrat
May we cherish our moments together,
And may you always think about me.

Never forget when,
I change your diapers 20 times a day
I sing you beautiful lullabies
I recite you heartfelt prayers
I cry when you cry
Especially on later years,
When you are offered the chance to
Do drugs, pre-marital sex, and speeding.

Dear Aqila
Sekarang usia kamu setahun. Yes, memang baru setahun, dan kamu melewati tahun pertamamu dengan manis. Walau kita nggak selalu sepakat tentang banyak hal, mulai dari jam tidur, jadwal makan sampai jam main kamu. But for me you’re still my sunshine.

Dear my Aqila,
Belum sempurna langkahmu, tapi kamu sudah terlibat di beberapa keputusan penting yang kami, Papah dan Mamahmu buat. I am so sorry for that, tapi percayalah sayang, apapun itu, kami melakukannya demi kebaikan dan selalu yang terbaik untuk kamu.

Dear Aqila,
Aku nggak akan memaksa kamu tumbuh seperti yang kumau. Ya, aku akui, sifatmu lebih mirip Papah dibanding aku. Dan aku selalu berharap kamu selalu ada dalam lindungan Allah dan selalu dianugrahi ilmu yang berguna, dan menjadi wanita yang utama, seperti nama yang aku dan Papah kasih untukmu. Yakinlah nak, aku pasti mendukung setiap keputusan kamu saat waktunya nanti. I will always be your biggest supporter.

Terkhusus untuk kamu Aqila,
Aku ucapkan sejuta terima kasih. Terima kasih sudah ada di antara kami, Papah dan Mamah. Terima kasih untuk pengertian kamu yang nggak berbatas, when I need it the most. I always know that you have a bigger heart than me. Terima kasih buat senyum termanis tiap bagun tidur yang jadi obat jenuhku. Terima kasih untuk setiap pelukan saat aku pulang kantor dengan ribuan penat di kepala. Terima kasih sudah menjadi pengingat kalau aku harus terus bersyukur dan bersabar, And thank you for keeping me sane when the world is crazier than I thought.

I promise you, Aqila
I will always be there whatever happen
I will always be true to you, even if it will break my heart
I will always open my arms no matter how often we fight
I will do anything for you, will sacrifice or die for you, my lil one.

Sehat dan bahagia selalu ya sayang, karena cuma itu harapan terbesar Mamah dan Papah buat kamu


Peluk cium!

Mamah

1 comment:

  1. Terharu bacanya :') Selamat ulang taun ya, Aqila. Kapan2 main ke Surabaya lagi, kita jalan2 makan bebek ke Madura hahaha...

    PS: kok ga disebut muka cemberutnya yang kayak papahnya?

    ReplyDelete