Friday, May 4, 2012

29 or 30 hour a day!


Duh, rasanya gimana gitu ya mau ngeluh soal waktu yang kok kayaknya nggak ada cukupnya buat gue. Don’t get me wrong ya cuy, I love my life, especially when Qila is around. Tapi serius deh, bisa nggak sih sehari itu nggak 24 jam? Nambah jadi 27, 28, atau 29 jam, mungkin? Soalnya kalau 24 jam banyak banget yang gue lewatkan tiap harinya. Terutama TV, yes, GUE JARANG—HAMPIR GAK PERNAH—NONTON TV! Kok bisa? Ya bisa, kadang dari jauh-jauh hari gue niaaaaaaat banget pengen nonton salah satu program favorit. Begitu dateng waktunya, *jreng-jreng* sini sungguh sangat sibuk bikin prakarya (baca: MPASI) buat anak manis nan kece supaya besok bisa makan. Selain itu... lari pagi, gue pengen banget punya waktu buat lari pagi at least nih ya, seminggu sekali aja deh. And then, lagi-lagi bubar jalan karena jadwal pagi gue pasti aja udah full booked. Bowo sih nawarin buat ganti shift ngurus Qila biar gue bisa lari pagi. Tapi begitu dia menjabarkan rencananya supaya gue bisa lari dan dia take over Qila, gue sih jelas pesimis. Lah wong pagi aja dia udah pasti sebooook. Adalah harus QC, adalah harus nerusin ini, itu yang mana demi kemaslahatan keuangan rumah tangga ini, gue haram banget ngeganggu dia. Jadi gue cuma lari dalem hati *apa pula 'lari dalam hati'?* 

Hm, mungkin bisa kali ya kalau gue rapiin sedikit jadwal rutin sehari-hari supaya gue punya waktu buat diri sendiri. Tapi seriusan deh, i even don’t have—litlle, small, tiny, micro or whatsoeva—time to wax, lho *tutup ketek* Hadooooooh, gini nih kalo Mahmud (baca: mamah muda) udah mulai resah. Semua dikomplain. 

By the way, akhir-akhir ini mulai dihantui rasa nggak betah kerja, nih. Bukaaaann,ini bukan karena kerjaannya. Malah bisa dibilang kerjaannya enak banget. I blog, facebook-ing, arrange some quizzes or games, pokoknya jauh dari tekananlah. But somehow I don’t feel happy with it. Even with those Zac Efron-kinda-look bule(s) yang jadi bahan cuci mata sehari-hari, tetep aja gue lebih sering merasa ‘I don’t belong here’ daripada happy-nya. Rasa-rasanya mending gue punya perusahaan sendiri kali ya, biar kagak ada protesnya. Duh ngeluh muluk nih perempuan *toyor kepala*


Oiya, I left you with this pics which is reminding me how I looooooove my job and happy with the girls J









GOD, HOW I MISS YOU GUYS FREAKING MUCHOOOOOO!!

XO. evie.

No comments:

Post a Comment