Wednesday, January 27, 2010

learnt in a hard way

actually i don't know how to start.

gini, saya sangat percaya sifat dasar manusia itu baik. kita dilahirkan nggak dengan sifat pemarah, pelit, su'udzon, pundung-an atau nyinyir. dulu, saya nggak mengerti kenapa ada orang yang begitu jahatnya bisa menyakiti orang lain. tapi kini, asumsi saya bahwa semua sifat jelek itu adalah pengaruh lingkungan yang membentuk karakter diri hingga jadi seperti sekarang. tapi saya nggak menyalahkan lingkungan lantaran setiap manusia punya kuasa terhadap diri sendiri apakah dia akan membiarkan dirinya dipengaruhi atau tidak.

nggak jarang juga saya terheran-heran dengan kelakuan beberapa orang yang dengan begitu jahatnya menyakiti orang lain secara sengaja atau tidak. contoh, si oknum 1 yang dengan sengaja mengintimidasi si 2 lantaran deket sama si 3. apapun yang dilakukan si 1 agar si 2 merasa tertekan dan tersiksa. laen lagi si 4 yang nggak bisa ngelepas 5 padahal jelas-jelas udah pacaran dengan 6. and not to mention si 4 pun sudah pacaran dengan si 7. secara logika yang dilakukan orang-orang ini jahat, karena berusaha berbagai cara (dengan sadar atau tidak) untuk menyakiti lawannya. dan saya berpikir yang hal yang sama..... at least until i learnt something in a hard way.

ketika saya melihat kembali ke diri sendiri, am not better than they are. i made mistakes, a lot mistakes and a huge one. tapi yang saya pelajari adalah ketika kita diposisikan sama dengan orang-orang lain yang melakukan kesalahan (yang kita bilang) besar dan parah, saya belajar bahwa apa yang mereka hadapi, jalani dan lewati adalah bukan sesuatu yang kadang mereka kehendaki. mereka nggak ingin menyakiti, mereka nggak ingin memperburuk keadaan, mereka berusaha melakukan yang terbaik yang mereka bisa. walaupun kadang, everything's got worse.

saya nggak ingin menyakiti siapa pun, 'cause--swear God--i don't wan't to get hurt. apa yang terjadi kadang di luar kuasa saya. meski begitu, semua adalah sepenuhnya kesalahan saya, saya yang tidak mampu membedakan NGGAK BISA dan NGGAK MAU. saya yang membiarkan masalah satu demi satu terjadi. dan untuk itu saya bertanggung jawab.

namun tolong, jangan hakimi saya dan juga mereka karena saat ini sepenuhnya saya mengerti bahwa nggak ada seorang pun yang mempunyai kendali atas apa akan yang terjadi kecuali Tuhan, dan kesalahan saya adalah tidak mampu mengendalikan diri sendiri. maaf,  dan kalau boleh, mari jadikan ini pelajaran dan sesuatu yang mungkin--baiknya--kita sebut... MASA LALU.


xoxo
9-02-10 :-)

No comments:

Post a Comment