Friday, December 5, 2008

when it comes to Adhitya Mulya

so, here's the thing. dari dulu saya suka dengan beberapa tulisan dari Adhitya Mulya. bukan, bukan karena Jomblo - justru saya baca jomblo setelah Traveler's Tale dan itu jauh setelah filmnya ada -  melainkan dari cara dia untuk menganalisa sesuatu hal yang dibahasnya. sekarang kang Adhit kerja dan tinggal di S'pore bareng istri - Ninit - dan anaknya - Aldebaran.

dulu tuh, gue rutin baca tulisan dia di dua blognya. tapi belakangan jarang karena kang Adhit pun udah jarang update. baru tadi saya mampir lagi lantaran mau tanya soal tulis-menulis karena kebetulan saya dikontrak di perusahaan penerbitan yang - hampir atau katakanlah- sama.

dan lagi-lagi saya menemukan tulisan yang membuat kepala ini mengangguk-angguk. ini 'cuplikannya'

"Allah pernah berfirman bahwa Al-Quran adalah mukjizat yang paling hebat. Artinya setiap ayat memiliki arti tersurat dan arti tersirat. Di sisi siratan ini lah banyak ilmu biologi, matematika, fisika dan kimia yang terpendam. Sejauh ini gua berhasil nemu artikel dari scientist dan dokter yang berhasil mensistesiskan siratan itu untuk menjawab kenapa babi itu haram, bahwa di balik surat al kahfi adalah rumus e=mc2 yang ditemukan Einstein. Kenapa wanita tidak boleh ML ketika haid, kenapa kita harus disunat, dan lainnya.

Sekarang poligami. Kemarin waktu di Indonesia gua bertemu beberapa teman dan berdiskusi tentang film ayat-ayat cinta dan buntut-buntutnya ngomongin poligami lagi. Awalnya gua bingung kenapa Islam yang katanya agama keadilan membolehkan poligami. Gua mikir, kalo poligami itu dibolehkan, baiklah kita akan turuti. Tapi kita harus cari tahu kenapa boleh? Ini yang sejauh ini gua tahu.

Poligami di jaman batu
Dari jaman nabi Sith, rasul Nuh, rasul ibrahim dan seterusnya, Allah melarangkan menyembah berhala dan memberikan larangan lainnya, tapi tidak unutk poligami. Bahkan dalam kasus rasul Ibrahim, dia mengawini Sarah dan Siti Hajar yang kemudian melahirkan rasul Ishak (cikal bani israil - yahudi) dan Ismail (cikal bangsa arab). Intinya, poligami dari dulu itu, boleh.

Sekarang mari kita lihat kondisi umat manusia di jaman batu di saat manusia masih menjadi hunter dan nomadic. Di saat ini, kelangsungan hidup klan adalah segalanya. Mereka hidup dan mati berkelompok dan berjuang mati-matian mempertahankan kelangsungan darah klan mereka. Pandangan kita pada umumnya akan manusia gua adalah secara brutal merebut wanita sembarangan dan menggaulinya. Kalo gua bilang ini pandangan yang salah.

Kita sebut saja 15 keluarga yang menamakan diri mereka son of sam. Samson. Pria-pria Samson pergi berburu. Secara instingtif, peran mereka sebagai pencari nafkah membuat mereka berburu. Kenapa wanita tidak berburu? Karena lemah? Gua liatnya bukan lemah tapi karena di jaman ini anak kecil sangat bergantung pada ibunya untuk asi dan penjagaan. Akhirnya wanita tinggal di gua bersama anak. Mereka bias saja membawa anaknya ikut berburu tapi lantas sang anak akan menangis dan tangisan bayi itu akan membuat para mammoth kabur. So, wanita tinggal di gua bersama anak.

Tinggal lah pria berburu. Pria berburu berkelompok karena menangkap mangsa adalah pekerjaan yang paling berbahaya. Tidak jarang dari 15 suami yang pergi, akan ada yang tertanduk, ada yang terinjak dan ada yang balik terburu. Pulang berburu, tinggal 10 suami dan klan Samson memiliki 5 janda yang harus mereka urus.

Lain waktu 10 suami ini kembali berburu. Tewas 3 dan jumlah janda dan yatim piatu bertambah menjadi 8. Klan Samson akan berpikir janda-janda ini selalu bisa mereka santuni sampai tua dan mati. Tapi jika tidak dinikahi, klan mereka akan mati. Tidak akan berlanjut. Akhirnya, 7 suami yang tersisa menikahi 8 janda itu untuk melangsungkan survivility mereka.

Inti dari analisis di atas adalah, poligami dilakukan manusia dan tidak dilarang dari awal kehidupan manusia karena dibutuhkan untuk melawan factor alam yang kejam. Di kala itu, alam adalah musuh semua klan yang membunuh pria lebih cepat dari wanita. Tidak adanya poligami akan membuat nenek moyang kita punah dari dulu."

selanjutnya, bisa dilihat di sini

kalau dulu ada yang pernah bilang ke saya "kepribadian orang bisa dilihat dari blognya", so i saw this great creature of human that always use his brain effectively, even when it comes to Agama or Al-qur'an. menurut saya, dia mampu membuat orang berpikir dengan otak dan meyakini dengan hati. bukan hanya untuk hal sepele, tapi juga untuk hal se-crucial 'agama'.

kalau boleh mengutip sedikit kata kang Adhit,

"Bagi gua pribadi, keyakinan gua bertambah setiap kali kita berhasil membuktikan kebenaran ayat-ayatnya (Al-Qur'an). Gua mending hafal sedikit ayat tapi gua tahu benar kajian dan mukjizat di dalamnya ketimbang hafal Quran tapi gak mampu mensintesis apa-apa dari ayat-ayatnya. Keyakinan yang kosong tanpa bukti. Keyakinan yang kalo sampe harus berdebat dengan orang-orang di luar Islam, gak bisa jawab kenapa Islam menyuruh ini itu."

oh, dan tulisan lain yang saya suka adalah - well, walau secara keseluruhan saya suka semua tulisannya - ini.

kalau ada waktu, coba deh mampir.

No comments:

Post a Comment