Wednesday, February 15, 2012

Sini senang, situ senang

Gini, gue termasuk yang percaya kalau kebahagiaan orang-orang yang gue sayang itu juga sangat bergantung dari kebahagiaan gue. Maksudnya, kalau gue merasa nggak bahagia, kayaknya akan susah membahagiakan orang lain walaupun maksain. Makanya gue sering banget nanya ke diri sendiri, “Apa gue bahagia?” Mungkin bakal terdengar lebay sih, tapi gue bukan tipe yang rela makan ati asal pasangan senang atau bahagia. Benernya sih, gue menginginkan posisi yang equal aja. Istilahnya, “Gue seneng, lo seneng, anak seneng dan semua orang seneng.” Iya dong, logikanya ya, buat apa lo hidup makan ati sedangkan orang lain seneng-seneng. Yaaa, walaupun ada teori 'pengorbanan' tapi akal sehat dan logika mesti dipakai kali ya. Tapi pada intinya, menurut gue kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri. Nah, untuk itu mau nggak mau, suka nggak suka gue diajarin untuk bisa jujur baik sama diri sendiri dan pasangan. Jujur untuk bilang, gue kesel, bete atau marah. Sampai sekarang gue masih dalam tahap mencoba sih, dan semoga aja kalau ditanya "kamu kenapa, bete ya?" pas lagi kesel jawaban gue bukan lagi "enggak, gak apa-apa," dengan muka aseeeemm :p

Tapiiii, yang ngehe, kadang kebahagiaan gue banyak datang dari hal-hal material. Seperti kalimat-kalimat berikut, “Yang, aku mau sepatu ituuuuu…” “Eh, kamu nggak pengen beli Gateaway,” atau “Bebeebb, dompetku rusak, beli yaaah…” Hahahahaha! Sengkek banget yak gueee :D

Boong deeeng. Ya nggak semuanya laaah kebahagiaan gue dari materi (paling setengahnya. *laaaah SAMA ajeeee*). Ada banyak hal yang sebenernya bikin gue bahagia, dan kebanyakan dari hal-hal kecil. Contohnya,

Qila sering ngoceh, “mamamama” dibanding “papapapa” :p
Suami gue nawarin jemput di kantor daripada ketemuan di Cilandak *kode*
Dapet slip gaji untuk PERTAMA kalinya *asli ini penting!*
Bisa mompa (ASI) pake tangan dengan hasil lumayan BANGET.
See? Nggak semua materil dwooong :p


evie.

- Posted using BlogPress from iPad

No comments:

Post a Comment