Sunday, June 28, 2009

Why do i hate the sun

Some people said am too spoiled when am whining about the sun. They said, "kenapa sih lu, takut item kena matahari?" or "manja deh, kena matahari aja rewel."

First, i let you know kalo ketahanan kulit saya terhadap matahari gak seperti kebanyakan orang, normal. Kulit saya tergolong sangat cepet memproduksi melanin. Jadi cuma dalam waktu sekitar 10 menit, kulit--terutama muka--saya langsung memerah (kebakar). Nggak cuma itu, kulit bawah mata juga mulai perih. Kalo udah gini, kadang mengedipkan aja udah langsung berair tuh mata. Belum lagi kulit muka yang biasanya berasa panas. Dan setau saya, paparan sinar matahari bisa mempertinggi risiko kanker kulit. Ini dalam jangka panjang ya. Minimal 15-20 thn lagi. Apalagi dengan kedaan kulit yang melaminnya tinggi kayak saya. Padahal di umur 40an nanti saya masih pengen bareng sama anak2 dan suami, bukan terbaring di RS. Dharmais atau RS lainnya.

So, it is not for darker-skin-reason. But for a sake of my health.

Saya sadar banget daya tahan kulit sama matahari gak sempurna. Itu kenapa saya menghindari matahari untuk menjaga kesehatannya. Jadi, udah deeeeehhh bok, gak usah protes kalo gw benci matahari. Item sih gak apa-apa asal sehat, lah kalo item tapi ujung2nya kanker kulit? Ogaaahh amaaaattt!

No comments:

Post a Comment